Pada materi sebelumnya kita telah belajar membuat seleksi serta mengenal apa itu yang dimaksud dengan Adjustments & Filter pada Photoshop.Kali ini kita akan membahas tentang Layer.Sedikit mengingat materi sebelumnya, pada materi 1 & materi 3 saya sudah sedikit menyinggung tentang Layer.Pada materi ini akan saya jelaskan lebih dalam lagi tentang apa itu Layer dan bagaimana Layer bekerja.
APA ITU LAYER ?
Pada prinsipnya Layer ini bekerja seperti lapisan.Jadi setiap objek dari beberapa sumber foto yang berbeda akan didefinisikan sebagai Layer.
Objek-objek foto ini diambil lewat seleksi(pada materi yang lalu telah di bahas bagaimana membuat seleksi), kemudian disatukan menjadi beberapa layer sehingga tercipta foto baru.
Misalnya seperti ini,
Pada dokumen berikut saya memiliki beberapa objek yang didefinisikan menjadi beberapa layer.Huruf A didefinisikan
sebagai layer A, huruf B didefinisikan sebagai ayer B, huruf C didefinisikan sebagai layer C, segitiga berwarna hitam
didefinisikan sebagai layer Hitam dan segitiga hijau didefinisikan sebagai layer Hijau.
Pada prinsipnya Layer ini bekerja seperti lapisan.Jadi setiap objek dari beberapa sumber foto yang berbeda akan didefinisikan sebagai Layer.
Objek-objek foto ini diambil lewat seleksi(pada materi yang lalu telah di bahas bagaimana membuat seleksi), kemudian disatukan menjadi beberapa layer sehingga tercipta foto baru.
Misalnya seperti ini,
Pada dokumen berikut saya memiliki beberapa objek yang didefinisikan menjadi beberapa layer.Huruf A didefinisikan
sebagai layer A, huruf B didefinisikan sebagai ayer B, huruf C didefinisikan sebagai layer C, segitiga berwarna hitam
didefinisikan sebagai layer Hitam dan segitiga hijau didefinisikan sebagai layer Hijau.

Karena layer bekerja seperti lapisan, maka setiap layer yang berada di bawah layer lain akan ditampilkan di balik/di belakang layer lain tersebut.Jika kamu lihat pada dokumen di atas layer segitiga hijau berada di bawah layer segitiga hitam, maka layer segitiga hijau akan ditampilkan di belakang layer segitiga hitam.
BEKERJA DENGAN LAYER
Setelah mengenal prinsip kerja layer, sekarang saya akan jelaskan satu persatu bagaimana bekerja dengan layer.
Setelah mengenal prinsip kerja layer, sekarang saya akan jelaskan satu persatu bagaimana bekerja dengan layer.
1. Membuat Layer Baru
Untuk membuat layer baru, klik tombol New Layer pada Layer Pallete
Untuk membuat layer baru, klik tombol New Layer pada Layer Pallete

2. Menghapus Layer
Drag layer yang ingin di hapus pada tombol Delete Layer(icon tong sampah) di Layer Pallete
Drag layer yang ingin di hapus pada tombol Delete Layer(icon tong sampah) di Layer Pallete

3. Layer Visible dan Layer Invisible
Layer Visible berarti layer dalam keadaan ditampilkan, cirinya akan ada simbol mata disamping layer.
Dan Layer Invisible berarti layer dalam keadaan disembunyikan, artinya layer tetap ada tetapi tidak ditampilkan.Untuk menyembunyikan layer
kamu cukup klik simbol mata disamping layer, maka simbol mata akan hilang dan layer akan disembunyikan.Begitu pula sebaliknya.
Layer Visible berarti layer dalam keadaan ditampilkan, cirinya akan ada simbol mata disamping layer.
Dan Layer Invisible berarti layer dalam keadaan disembunyikan, artinya layer tetap ada tetapi tidak ditampilkan.Untuk menyembunyikan layer
kamu cukup klik simbol mata disamping layer, maka simbol mata akan hilang dan layer akan disembunyikan.Begitu pula sebaliknya.


4. Layer Aktif Dan Layer Non-aktif
Yang dimaksud layer aktif simplenya itu layer terpilih.Jika layer dalam keadaan aktif, apapun yang kamu lakukan hanya
akan berpengaruh pada layer yang sedang aktif tersebut.
Yang dimaksud layer aktif simplenya itu layer terpilih.Jika layer dalam keadaan aktif, apapun yang kamu lakukan hanya
akan berpengaruh pada layer yang sedang aktif tersebut.

Untuk beberapa kasus mungkin akan mengharuskan kamu untuk mengaktifkan beberapa layer sekaligus.Untuk mengaktifkan beberapa layer sekaligus kamu dapat menahan tombol Shift pada keyboard-mu kemudian klik beberapa layer yang kamu pilih.
5. Rename/Merubah Nama Layer
Layer Photoshop secara default akan bernama Layer 1, Layer 2, dan seterusnya.Namun, layer-layer tersebut dapat kamu namai sendiri sesuai dengan keinginanmu supaya nanti sewaktu kamu bekerja dengan banyak layer kamu tidak lupa dengan masing-masing layer.Caranya klik 2x pada nama layer kemudian langsung saja ketikkan nama baru untuk layer yang kamu pilih.Setelah selesai, tekan Enter
Layer Photoshop secara default akan bernama Layer 1, Layer 2, dan seterusnya.Namun, layer-layer tersebut dapat kamu namai sendiri sesuai dengan keinginanmu supaya nanti sewaktu kamu bekerja dengan banyak layer kamu tidak lupa dengan masing-masing layer.Caranya klik 2x pada nama layer kemudian langsung saja ketikkan nama baru untuk layer yang kamu pilih.Setelah selesai, tekan Enter

6. Membuat Folder Group Untuk Layer
Folder group ini berguna apabila kamu memiliki banyak layer.Fungsi dari folder group ini adalah mengorganisir beberapa layer menjadi grup-grup tertentu seakan-akan layer-layer yang di masukkan ke dalam folder group digabungkan menjadi satu.Untuk membuat group drag beberapa layer yang ingin dimasukkan ke dalam satu grup ke tombol Group pada Layer Pallete Photoshop(icon folder).

7. Membuat Adjustments Layer
Adjustments layer ini adalah Adjustments dalam bentuk layer(pada materi sebelumnya sudah saya bahas apa itu Adjustments).
Jadi, setiap efek adjustments yang kamu terapkan pada layer masih bisa di edit lagi.Cara ini lebih aman dan lebih efisien daripada menggunakan Adjustments melalui menu Layer > Adjustments, karena melalui menu ini setiap Adjustments yang sudah diterapkan tidak bisa dikembalikan lagi jika tidak di Undo.Masalahnya setiap komputer/laptop memiliki kapasitas Undo yang beraneka ragam.Ada yang banyak, ada yang sedikit.Itu sesuai dengan spesifikasi komputer/laptop yang digunakan.Sedangkan jika menggunakan layer Adjustments, efek-efek yang sudah diterapkan masih
bisa di edit-edit lagi.
Untuk membuat Adjustments Layer, klik tombol Adjustments Layer lalu pilih efek Adjustments yang ingin kamu tambahkan.
Adjustments layer ini adalah Adjustments dalam bentuk layer(pada materi sebelumnya sudah saya bahas apa itu Adjustments).
Jadi, setiap efek adjustments yang kamu terapkan pada layer masih bisa di edit lagi.Cara ini lebih aman dan lebih efisien daripada menggunakan Adjustments melalui menu Layer > Adjustments, karena melalui menu ini setiap Adjustments yang sudah diterapkan tidak bisa dikembalikan lagi jika tidak di Undo.Masalahnya setiap komputer/laptop memiliki kapasitas Undo yang beraneka ragam.Ada yang banyak, ada yang sedikit.Itu sesuai dengan spesifikasi komputer/laptop yang digunakan.Sedangkan jika menggunakan layer Adjustments, efek-efek yang sudah diterapkan masih
bisa di edit-edit lagi.
Untuk membuat Adjustments Layer, klik tombol Adjustments Layer lalu pilih efek Adjustments yang ingin kamu tambahkan.

8. Memahami Clipping Mask
Clipping mask berguna untuk meletakkan layer di dalam layer lain.Misalnya saya menambahkan layer adjustments Hue/Saturation di atas layer 3.Dalam kondisi normal layer Hue/Saturation ini akan mempengaruhi seluruh layer yang ada di bawahnya.
Clipping mask berguna untuk meletakkan layer di dalam layer lain.Misalnya saya menambahkan layer adjustments Hue/Saturation di atas layer 3.Dalam kondisi normal layer Hue/Saturation ini akan mempengaruhi seluruh layer yang ada di bawahnya.

Saya menginginkan agar layer Hue/Saturation hanya berpengaruh pada layer 3, untuk itu saya membuat layer Hue/Saturation ini sebagai layer Clipping Mask diatas layer 3 dan efek Hue/Saturation hanya akan mempengaruhi layer 3.

Untuk mendefinisikan layer sebagai layer Clipping Mask, maka klik kanan layer kemudian klik “Create Clipping Mask”
Contoh lain:

9. Membuat Layer Mask
Untuk membuat Layer Mask, klik tombol Layer Mask pada Layer Pallete(Penjelasan tentang apa itu Layer Mask akan dibahas
pada materi selanjutnya).
Untuk membuat Layer Mask, klik tombol Layer Mask pada Layer Pallete(Penjelasan tentang apa itu Layer Mask akan dibahas
pada materi selanjutnya).

10. Blending Mode
Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa itu Blending Mode karena penggunaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing, intinya Blending Mode ini berfungsi untuk mengatur bagaimana layer akan ditampilkan di atas layer yang ada di bawahnya.Misalnya seperti ini,
Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa itu Blending Mode karena penggunaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing, intinya Blending Mode ini berfungsi untuk mengatur bagaimana layer akan ditampilkan di atas layer yang ada di bawahnya.Misalnya seperti ini,


11. Oppacity dan Fill
Oppacity dan Fill ini mengatur visibilitas layer.Misalnya jika kamu ingin membuat layer nampak tembus pandang kamu cukup menurunkan nilai Oppacity atau nilai Fill pada layer.
Oppacity dan Fill ini mengatur visibilitas layer.Misalnya jika kamu ingin membuat layer nampak tembus pandang kamu cukup menurunkan nilai Oppacity atau nilai Fill pada layer.


Atau

12. Mengunci Layer
Untuk mengunci layer kamu cukup mengklik icon gembok pada Layer Pallete.Dengan mengunci layer, maka layer yang kamu kunci akan tetap pada posisi bagaimanapun keadaannya.Jadi tidak bisa digeser-geser ataupun diberi efek apapun.Layer benar-benar dalam keadaan freeze
Untuk mengunci layer kamu cukup mengklik icon gembok pada Layer Pallete.Dengan mengunci layer, maka layer yang kamu kunci akan tetap pada posisi bagaimanapun keadaannya.Jadi tidak bisa digeser-geser ataupun diberi efek apapun.Layer benar-benar dalam keadaan freeze

13. Menduplikasi Layer
Menduplikasi disini maksudnya adalah menggandakan layer/mengcopy layer.Caranya, drag layer yang ingin kamu gandakan ke tombol New Layer.Atau dengan menggunakan shortcut Ctrl+J pada keyboard
Menduplikasi disini maksudnya adalah menggandakan layer/mengcopy layer.Caranya, drag layer yang ingin kamu gandakan ke tombol New Layer.Atau dengan menggunakan shortcut Ctrl+J pada keyboard

Tidak ada komentar: